0 PENCETUS TARIAN SUFI


Pria yang lahir pada 30 September 1273 di Balkh-Afghanistan dan wafat pada 17 Desember 1273 di Konya-Turki ini meninggalkan warisan pemikiran spiritual yang banyak menginspirasi umat Islam. Tari Sufi (Sema) adalah salah satu inspirasi yang ditinggalkan Rumi yang merupakan paduan warna dari tradisi, sejarah, kepercayaan, dan budaya Turki.

Rumi, menurut Profesor Zaki Saritoprak, pakar dan pemerhati pemikiran Jalaluddin Rumi dari Monash University, Australia,berpandangan bahwa kondisi dasar semua yang ada di dunia ini adalah berputar. Tidak ada satu benda dan makhluk yang tidak berputar. “Keadaan ini dikarenakan perputaran elektron, proton, dan neutron dalam atom yang merupakan partikel terkecil penyusun semua benda atau makhluk, jelasnya.

Dalam pemikiran Rumi, lanjut Saritoprak, perputaran partikel tersebut sama halnya dengan perputaran jalan hidup manusia dan perputaran bumi. “Manusia mengalami perputaran, dari tidak ada, ada, kemudian kembali ke tiada,” ujar Saritoprak.

Manusia yang memiliki akal dan kecerdasan membuatnya berbeda dan lebih utama dari ciptaan Allah yang lain. Tarian Sema yang didominasi gerakan berputar-putar, kata Saritoprak, mengajak akal untuk menyatu dengan perputaran keseluruhan ciptaan

Prosesi Sema menggambarkan perjalanan spiritual manusia dengan menggunakan akal dan cinta dalam menggapai ‘kesempurnaan',jelas Saritoprak. Itu sebabnya, gerak berputar menjadi ciri Tari Sufi yang dikembangkan Rumi.

Untuk turut melestarikan dan menyebarkan pemikiran Rumi, baru-baru ini Lembaga Pendidikan Pribadi Depok (Jawa Barat) yang merupakan sekolah kerja sama antara Indonesia dan pemerintah Turki, menggelar pementasan Tari Sufi (Sema) Rumi di Auditorium Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan Pasiad Indonesia dan sekolah Kharisma Bangsa ini menghadirkan para penari sufi (darwis) asli dari Turki. Menurut Humas Sekolah Pribadi, Bibit Wiyana, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan delapan abad filosof Islam asal Turki, Maulana Jalaluddin Rumi, sebagai orang yang memperkenalkan tarian Sema. Selain itu, kita juga ingin memperkenalkan kebudayaan Turki di kalangan masyarakat Indonesia, ujar Bibit di sela acara pementasan Tari Sufi.

Dia melanjutkan, kebudayaan Turki memiliki sejumlah kesamaan dengan kebudayaan Indonesia, terutama dalam aspek nilai-nilai kedamaian yang universal serta mistisisme Islam.

Rektor UIN Komaruddin Hidayat yang berbicara dalam acara itu bersama Saritoprak menambahkan, hal yang lebih penting dari simbolisasi Tari Sema adalah nilai-nilai cinta dan kedamaian yang diajarkan Rumi melalui tariannya. “Kesempurnaan manusia dalam pemikiran Rumi bisa digapai dengan meraih kebenaran yang didukung dengan menumbuhkan cinta dan mengesampingkan ego dalam perjalanan spiritual seseorang,jelasnya.

Manusia yang telah mencapai kematangan tersebut, lanjut Komaruddin, siap untuk melayani seluruh ciptaan, seluruh makhluk, tanpa membedakan kepercayaan, ras, derajat, dan asal bangsa. Pesan cinta dan kedamaian inilah yang sesungguhnya ingin disebarkan Rumi melalui simbolisasi Tarian Semanya, imbuh Komaruddin

Menurut dia, wajah cinta dan kedamaian yang diajarkan Rumi sebenarnya merupakan perwujudan nyata atas nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Jadi tidak benar kalau ada yang beranggapan kalau wajah Islam adalah wajah teroris yang penuh dengan kekerasan. Islam itu sangat dekat dengan kedamaian dan cinta, seperti yang ditunjukkan Rumi melalui Tarian Semanya, ujar Komaruddin./ade ( ade ).
http://www.republika.co.id/
Read more

0 Paradigma Islam terhadap Seni Sastra

Dalam paradigma seni sastra dan Islam, konsep baku seni sastra dalam perspektif Islam belum disepakati secara menyeluruh. Belum matangnya paradigma sastra dalam perspektif Islam disebabkan karena adanya perdebatan dan kontroversi yang tidak pernah tuntas tentang seni sastra dalam perspektif Islam. Di satu sisi sebagian besar orang muslim mengatakan bahwa Islam sama sekali tidak bertentangan, apalagi melarang seni sastra. Bahkan Menurut Sayyed Hosen Nasr (1993: 99) Sastra menjadi kajian penting untuk memahami hubungan antara seni dan spiritualitas Islam. Karena ajaran Islam berdasarkan pada firman Tuhan yang diwahyukan sebagai kitab suci, maka sastra menempati posisi yang utama dan istimewa di antara berbagai bentuk seni yang ada di hampir seluruh masyarakat Islam.
Read more
 KARAKTERISTIK SASTRA ISLAM

Sastra dalam Islam (Arab) disebut dengan adab. Dalam keseharian, kita bisa mengaitkannya dengan kesopanan, kesantunan, atau dengan istilah kelembutan kata. Sudah tentu untuk menilai sikap dan tingkah laku seseorang kita melihatnya dengan adab. Baik dengan melihat kesopanannya, kesantunannya, atau dengan kelembutan tutur katanya saat bicara. Namun defenisi adab di dalam sastra jauh lebih besar daripada itu.

Menurut Shauqi Dhaif, adab (sastra) adalah karya yang dapat membentuk ke arah kesempurnaan kemanusiaan, yang di dalamnya terkandung ciri estetika dan kebenaran. Dalam Islam, sastra haruslah mendorong hasrat masyarakat untuk menjadi pembaca yang baik. Masyarakatlah yang menjadi target utama pemahaman kesusastraan. Jadi sastra Islam lebih mengarah pada pembentukan jiwa.

Definisi seni dan sastra Islam menurut Said Hawa dalam bukunya Al Islam, adalah seni/sastra yang berlandaskan kepada akhlak Islam. Senada dengan Said Hawa, menurut Ismail Raja Al Faruqi, seni Islam adalah seni infiniti (seni ketakterhinggaan), di mana semua bentuk kesenian diakomodir pada keyakinan akan Allah. Ia juga menyatakan bahwa ekspresi dan ajaran Alquran merupakan bahan materi terpenting bagi ikonografi seni/sastra Islam. Dengan demikian seni Islam dapat dikatakan sebagai seni Qurani atau seni Rabbani.
Read more

0 Seni Rupa

SENI RUPA DALAM PERADABAN ISLAM


Motif arabesque di bangunan Alhamra
Seni rupa Islam adalah seni rupa yang berkembang pada masa lahir hingga akhir masa keemasan Islam. Rentang ini bisa didefinisikan meliputi Jazirah Arab, Afrika Utara, Timur Tengah, dan Eropa sejak mulai munculnya Islam pada 571 M hingga mulai mundurnya kekuasaan Turki Ottoman. Walaupun sebenarnya Islam dan keseniannya tersebar jauh lebih luas daripada itu dan tetap bertahan hingga sekarang.
Read more
Seni Kaligrafi

Penulisan kaligrafi merupakan salah satu bentuk keindahan Alquran yang disebut juga seni menulis indah . Kaligrafi diciptakan dan dikembangkan oleh kaum Muslim sejak kedatangan Islam. Dibandingkan seni Islam yang lain, kaligrafi memperoleh ked
Read more
 
© BUDAYA SENI DALAM ISLAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger